BANYUWANGI, 27 April 2026 – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang ke-3 bagi siswa kelas 6 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darun Najah 1 tengah berlangsung dengan tertib. Di balik antusiasme para siswa menghadapi ujian berbasis komputer ini, terdapat persiapan panjang dan dedikasi para guru, salah satunya adalah Ibu Umi Rosyidah, S.Pd., selaku Wali Kelas 6A.
Menghadapi momen evaluasi penting ini, guru yang akrab disapa Bu Rosyi ini memaparkan bahwa anak didiknya telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, baik secara akademis maupun mental.
"Persiapan anak-anak alhamdulillah sangat maksimal. Selama beberapa bulan terakhir, kami tidak hanya fokus pada pendalaman materi esensial dan bimbingan belajar tambahan (pengayaan), tapi juga melakukan simulasi. Karena ujiannya berbasis komputer, pembiasaan teknis menjadi fokus kami agar saat hari H anak-anak tidak gagap teknologi dan tidak gugup," ujar Bu Rosyi saat ditemui di sela-sela kegiatan ujian, Senin (27/4).
Selain kesiapan siswa, Bu Rosyi juga memberikan tanggapan positif dan rasa optimisnya terhadap sistem TKA yang diterapkan saat ini. Menurutnya, sistem terkomputerisasi memberikan tingkat akurasi dan objektivitas yang tinggi dalam mengukur kompetensi murni setiap siswa. "Saya sangat optimis dengan sistem TKA saat ini. Evaluasinya sangat transparan dan meminimalisir kesalahan manual. Sistem ini benar-benar melatih kemandirian, ketelitian, dan kejujuran anak-anak kita," tambahnya.
Lebih jauh, wali kelas 6A ini menekankan bahwa pelaksanaan TKA ini memiliki bobot yang sangat krusial bagi masa depan pendidikan siswa. Hasil dari TKA bukan sekadar angka evaluasi akhir di madrasah, melainkan akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs).
"Nilai TKA ini ibarat 'tiket VIP' bagi mereka. Sekolah-sekolah lanjutan tingkat pertama, khususnya SMP negeri maupun madrasah unggulan, pasti akan melihat rekam jejak akademik anak-anak dari hasil tes komprehensif seperti ini. Itulah mengapa saya selalu memotivasi anak-anak kelas 6A untuk berjuang all out," tegas Bu Rosyi.
Menutup perbincangannya, Bu Rosyi menyematkan doa dan harapan besar untuk seluruh siswa kelas 6 MI Darun Najah 1. "Semoga lelah belajar mereka, doa dari orang tua, dan bimbingan dari para guru bisa terbayar lunas dengan nilai yang memuaskan, sehingga mempermudah jalan mereka untuk diterima di SMP atau MTs impian masing-masing," pungkasnya.